Kapolres  Tapanuli Utara AKBP Horas M. Silaen,M.Psi didampingi oleh  Dandim 0210  Letkol Inf Rico Julyanto Siagian memberikan Kuliah Umum dengan  Tema  ”Wawasan Kebangsaan” kepada Mahasiswa/i Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung pada hari Selasa tanggal 06 April 2019 bertempat di Auditorium IAKN Tarutung berlangsung dengan baik dan interaktif dengan yang dipandu oleh Moderator Wakil Dekan I Fakultas Teologi Herdiana Boru Hombing,M.Th  .

Dalam kegiatan Kuliah Umum tersebut   turut dihadiri oleh Ketua KPU Rodolf Sirait, Rektor IAKN Tarutung Prof.Dr.Lince Sihombing,M.Pd,Wakil Rektor II Dr.Oktober Aritonang,M.Pd, Wakil Rektor III Dr.Johari Manik,M.Pd.K,Ka.Biro AUAK Drs.Andar Gultom,M.Pd ,Para Dosen/Pegawai dan seluruh mahasiswa/i IAKN Tarutung.

Dalam sambutannya, Rektor IAKN Tarutung menyampaikan terimakasihnya atas kunjungan Kapolres tersebut yang memberikan kuliah umum tentang Wawasan Kebangsaan kepada Mahasiswa IAKN Tarutung. Rektor IAKN Tarutung mengajak agar kiranya mahasiswa dapat memupuk dan meningkatkan ilmu sebagai patriot kebangsaan yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan bernegara. 

Adapun materi yang disampaikan Kapolres tersebut adalah sebagai berikut :

1. Upaya pencegahan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme.

2. Perkembangan lingkungan strategis baik dari sisi kemajemukan maupun Heterogan antara umat Manusia.

3. Nawacita dari Pemerintahan dan Netralitas TNI/POLRI saat ini. 

4. Upaya antisipasi pencegahan penyebaran Hoaks, Hate Speech, Black Campaign dan Isu Sara.

5. Bahwa yang menjadi pemersatu bangsa ini adalah pemuda yang bisa membuka wawasan    sebagai pemersatu bangsa.

Dikatakan, ideologi Pancasila seperangkat ide atau cita-cita yang menentukan keyakinan dan cara berpikir untuk mewujudkan suatu tujuan yang berlandaskan lima sila dalam Pancasila."Banyak tantangan internal maupun eks­ternal yang berupaya merubaha idiologi Pan­casila namun tidak akan berhasil selagi kita memiliki wawasan kebangsaan dan rasa cinta kepada NKRI yang tinggi.Rasa cinta tanah air akan menghindarkan kita dari paham-paham radikal, intoleran yang berupaya me­mecah belah bangsa," ujarnya.Di sisi lain, Kapolres  Tapanuli Utara AKBP Horas M. Silaen,M.Psi  mengungkapkan, bahaya informasi dan berita hoaks karena da­pat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat."Peredaran informasi atau berita hoax ini sudah sangat membahayakan, jika seluruh eleman masyarakat tidak ikut andil menang­kalnya maka dikhawatirkan negeri tercinta ini akan porak poranda.